Bom-Bom Car: Belajar Olah Motorik melalui Carving

Kolaborasi 4 Program Studi di Unpad dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Tunagrahita

12 Juni 2017 – Pelatihan Carving oleh tim BOM-BOM CAR Unpad bersama siswa Tuna Grahita di SLB BC Fadhilah Sumedang

Motorik merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang agar dapat beraktivitas optimal dalam kehidupan sehari-hari. Terganggunya kemampuan motorik seseorang, akan mengganggu pula aktivitasnya, sehingga pelatihan kemampuan motorik sangat diperlukan, terutama anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan. Tim PKM Pengabdian kepada Masyarakat Unpad yang terdiri dari Umi Latifah (Prodi Pendidikan Dokter Gigi), Dian Elok Permataningtyas (Prodi Pendidikan Dokter), Elsa Kartika Sari Sunarya (Prodi Psikologi), Millah Atqia Akhyar (Prodi Psikologi), dan Mohamad Irfan (Prodi Statistika) disupervisi oleh Dosen Fakultas Psikologi Unpad yaitu Laila Qodariah, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Tim tersebut mencanangkan sebuah program untuk melatih motorik halus anak tunagrahita. Program ini disebut dengan BOM-BOM CAR (Belajar Olah Motorik melalui Carving). Program tersebut berlangsung dari bulan April hingga Mei 2017 di SLB BC Fadhilah, satu-satunya SLB yang ada di Jatinangor.

Menurut Dian, salah seorang anggota Tim Bom-Bom Car, pelatihan yang dilakukan berlangsung sebanyak 16 kali pertemuan dengan berbagai aktivitas untuk menstimulasi motorik anak sebelum melakukan carving, dan seluruh pelatihan selalu diawali dengan senam motorik bersama untuk mempersiapkan mereka menerima stimulasi lain melalui aktivitas yang lebih kompleks. Pertemuan disusun dengan pertimbangan latar belakang studi kami yang disesuaikan dengan bahasa masyarakat awam sehingga diharapkan mudah dimengerti dan program kami dapat diduplikasi lebih luas.

Sebelum melakukan pelatihan BOM-BOM CAR, dilakukan terlebih dahulu assessment kemampuan motorik anak sesuai dengan milestonenya yang terdiri dari 30 perilaku. Kemudian hal tersebut akan diukur kembali setelah pelatihan berakhir. Hasil assessment ini kemudian dijadikan acuan dalam pembuatan kurikulum pelatihan selama 16 kali pertemuan dari tingkat yang mudah hingga tingkat yang sulit yaitu meng-carving lilin menjadi bentuk es krim.

Kegiatan ini dilengkapi dengan evaluasi peningkatan kemampuan motorik halus yang diukur dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test yang telah disusun sedemikian rupa berdasarkan teori yang telah ada sesuai perkembangan anak. Data evaluasi ini dapat digunakan untuk memperbaiki maupun mengusulkan program ini kepada pihak lain yang memiliki fokus pada anak disabilitas, khususnya tunagrahita.

Hasil program yang dilakukan Tim PKM-M ini ternyata mendapat sambutan baik dari pihak sekolah dan bermaksud untuk diadaptasi menjadi salah satu ekstrakulikuler ataupun pelajaran tambahan. Selain itu, pelatihan ini juga mendapat sambutan yang baik oleh gabungan SLB Gugus 45 sehingga diajak berkolaborasi dengan seluruh SLB yang ada di Tanjungsari untuk memberikan pelatihan kepada seluruh anak tunagrahita di SLBnya.

“Respon baik ini diharapkan juga mendapat dukungan dari pemerintah ataupun pihak-pihak terkait yang bergerak dalam bidang sosial dan disabilitas sangat diharapkan, bagaimanapun, setiap anak berhak untuk bahagia, berprestasi, dan dipedulikan”, ungkap Elsa.

Penulis
Tim BOM-BOM CAR Unpad

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *