Selamat HUT ke-72 Republik Indonesia (Dirgahayu Republik Indonesia)

 

Kemerdekaan Indonesia ditandai dengan adanya pembacaan isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Pembacaan ini dilakukan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 yang bertempat di Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta pusat.

Pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi setelah Jepang mengalami kekalahan dari sekutu ketika Horishima dan Nagasaki dibom atom pada 6 Agustus 1945. Setelah mendengar kabar tersebut, seluruh pejuang Indonesia mempersiapkan diri untuk kemerdekaan Indonesia tanpa adanya pemberian kemerdekaan dari pihak manapun. Kejadian ini membuat perdebatan antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua ingin menunggu keputusan Jepang terlebih dahulu. Sedangkan golongan muda ingin segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu perintah dari Jepang. Untuk segera melaksanakan tujuannya, golongan muda sengaja mengasingkan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdenklok. Kejadian ini dikenal dengan Peristiwa Rengasdenklok. Langkah ini dilakukan untuk mencegah para pejuang terpengaruh kembali oleh Jepang sehingga menunda proklamasi kemerdekaan Indonesia. Akhirnya disepakati bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilakukan di Jakarta. Kemudian Soekarno dan Hatta pun kembali ke Jakarta untuk membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pembacaan ini dilakukan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 yang bertempat di Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta pusat.

Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia bisa dikatakan sebagai pernyataan untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan bangsa lain kepada bangsa dan negara Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah jambatan emas yang mengantarkan dan menghubungkan bangsa Indonesia untuk mencapai masyarakat baru, yakni kehidupan yang bebas tanpa ikatan dan tekanan.

Proklamasi sendiri merupakan seruan yang bersifat legal (berdasarkan hukum) dan resmi. Dengan pernyataan proklamasi, maka bangsa Indonesia bisa terbebas dari segala bentuk penjajahan yang dilakukan bangsa lain.

Sumber : www.satujam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *